Sabtu, 23 Maret 2019

PEMBUKAAN S2 ILMU KOMUNIKASI STISIPOL CANDRADIMUKA



 

PEMBUKAAN S2 ILMU KOMUNIKASI STISIPOL CANDRADIMUKA


Palembang, 16 Maret 2019 – Setelah kesuksesanya membuka program Pascasarjana Magister Administrasi Publik  STISOPOL Candradimuka akan membuka Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi dikarenakan banyak nya antusias dari para alumni Ilmu Komunikasi dan Juga banyak nya peminat untuk mebuka Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi,


Dengan pertimbangan dan rapat dalam membahas pembukaan Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi akan segera dibuka dan disahkan pada tanggal 20 Maret 2019 serta akan mengadakan Conference Press dengan mengundang berbagai awak media baik itu dari Media cetak dan Media eletronik untuk memperkenalkan tentang  Program baru Ilmu Komunikasi di STISIPOL Candradimuka,


Penyerahan SK Program Pascasarjana Megister Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka pada hari kami, 14 Maret 2019 di Novotel Bandar Lampung, adapun para dosen yang terlibat dalam pembukaan Megister Ilmu Komunikasi yaitu : Ibu Sumarni Bayu Anita,S.Sos, MA Bapak M. Febrianza, M.Si Bapak Budi Santoso, S.Sos, M.Comn Bapak Icuk M.Sakir, S.Sos, M.Si dan juga Ibu Siti Lady Havivi, M.Soc.Sc,


Basik awal  berdirinya STISIPOL Candradimuka ialah jurnalistik dan dikembangkan ke S2 juga kerena Komunikasi ialah salah satu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan juga ide awal berdirinya S2 Komunikasi itu berasal dari Dr.Hj.Lishapsari Prihatini, M.Si. Ujar Bapak M. Febrianza, M. Si

Biografi Tokoh Favorite





Ivy_Lee


Ivy Ledbetter Lee 


Saya memilih nya sebagai totkoh favorite saya, Menurut saya dia ialah orang yang bpaling berperan penting dalam membuat  News Release pertama, dimana ia meyakinkan pihak perusahaan agar dapat memberikan informasi secara terbuka pada jurnalis, sebelum mereka mendengarkan hal-hal lain dari sumber yang tidak jelas. ia juga mengundang jurnalis dan forografer ke lokasi kejadian serta memberikan mereka akses secepat mungkin menuju lokasi kejadian, upayanya menyentuh hati media cetak dan meningkatkan simpati masyarakat. sedikit saya membaca tentang pengalaman beliau  berani menentang  pandangan di Wall Street yang “mengabaikan publik.” Deklarasi Lee ini menjelaskan bahwa publik tidak boleh diabaikan atau ditipu seperti pada masa lalu dengan menggunakan cara-cara yang dipakai agen pers. Lee mengirimkan deklarasi ini kepada semua editor dikota

Sedikit cerita mengenai Biografi  Ivy Ledbetter Lee 
Ivy lee lahir pada tanggal 16 Juli 1877 di Cedartown,  Amerika serikat. Ivy merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sang adik bernama laura.  Sang ayah adalah seorang pendeta bernama James Widerman Lee.


Ivy Lee merupakan lulusan dari Princetown University dan merupakan seorang jurnalis dan wartawan  di new york times, sebuah koran harian yang diterbitkan di New York oleh Arthur Ochs Sulzberger Jr. dan didistribusikan secara internasional, the New York American dan the New York World. Bekerja selama lima tahun, pada tahun 1903 ivy memutuskan berhenti. Setelah berhenti, ivy memutuskan bekerja untuk kampanye kandidat walikota New York bernama Seth Low. Pekerjaan itu menuntunnya bekerja sama dengan George F. Parker di bidang biro pers bagi Komite Nasional Demokrat selama kampanye Presiden 1904.

Setelah menangani kampanye untuk Partai Demokrat, Ivy Lee bersama dengan rekanya George Parker membuat firma public relation ketiga di Amerika, Parker & Lee tahun 1905. firma ini hanya bertahan kurang dari empat tahun, namun ia berhasil menjadi pelopor dan orang paling berpengaruh dalam dunia public relation pada masa itu.

Di tahun 1906, industry batu bara di Amerika Serikat mengalami kesulitan disebabkan pemogokan kaum buruhnya. Timbulnya pemogokan  para pekerja yang mengancam  kelumpuhan industry batubara menyebabkan munculnya gagasan atau ide pada benak Ivy Lee untuk menenganahi dengan bagi keuntungan antara kedua belah pihak yakni para industriawan dan para pekerja.
Lee mengajukan gagasan kepada pimpinan industry batu bara dengan persyaratan sebagai berikut
  1. Ia diberi kedudukan dalam manajemen puncak (top management),
  2. Ia diberi wewenang penuh untuk menyebarkan semua informasi factual yang patut diketahui rakyat.
Persyaratan yang diajukannya pada waktu  itu cenderung recvolusioner karena pada saat itu orang yang bergerak dalam bidang komunikasi informasti tidak berada pada struktur pimpinan puncak (top management).


Pemikiran Ivy Lee dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang PR dinamakannya declarations of principle (deklarasi asas-asas) yang dikatakan oleh Eric Golfman bahwa deklarasi ini “menandai kemunculan kehumasan tahap kedua. Publik tidak lagi diabaikan pada cara bisnis tradisional, tidak pula dibodohi pada cara agen pers yang tetap berlangsung hingga sekarang.”

Deklarasi Lee lalu dikirimkan melalui pos ke seluruh editor kota, yang bunyinya sebagai berikut:
”Ini bukan biro pers rahasia. Seluruh pekerjaan kami dilakukan dalam suasana keterbukaan. Tujuan kami memasok berita. Ini bukan agen periklanan; jika anda pikir jenis tulisan ini harus secara tepat masuk ke kantor anda, jangan gunakan tulisan itu. Tulisan kami akurat. Rincian lebih lanjut atas pokok bahasan apa saja yang dibahas akan disediakan dengan segera, dan editor siapa saja akan dibantu dengan sangat gembira, guna memverifikasi secara langsung pernyataan fakta apa saja … Ringkas kata, secara sopan dan terbuka, atas nama permasalahan dunia bisnis dan lembaga publik, rencana kami adalah memasok ke pers dan publik Amerika Serikat informasi yang cepat dan akurat mengenai pokok masalah yang dianggap bernilai dan menarik perhatian publik untuk mengetahuinya.”

Lee mendorong pertumbuhan departemen publisitas dan melatih penasihat publisitas di banyak lembaga. Selama 31 tahun dia berkecimpung di bidang kehumasan. Lee mengubah lingkup atas bidang yang dikerjakannnya dari “keagenan murni” ke menjadi “pemikir yang dipercaya untuk diajak bekerja sama oleh dunia bisnis.”

Meskipun sukses, Ivy Lee tidak pernah lepas dari kritik dan kecaman. Saat meninggal di tahun 1987, dia diberhentikan dari pekerjaan sebagai perwakilan the German Dye Trust, yang dikendalikan oleh I. G. Farben. Lee menjadi penasihat kartel itu setelah Adolf Hitler berkuasa di Jerman dan Nazi mengambil alih kendali. Lee dibayar fee tahunan $25.000 dan ganti atas pengeluaran (jumlah yang besar pada saat itu) oleh perusahaan Farben. 

SEMINAR KPU-RRI




 


SEMINAR KPU-RRI

Seminar ini mengangkat Tema: Suara milenial, menentukan masa depan indonesia lima tahun kedepan

Seminar ini di laksnakan di aula Ismail Djalili tepatnya di kampus STISIPOL Candradumuka, dengan disiarkan secara langsung melalui radio RRI(Radio Republik Indonesia)  Seminar ini di ikuti oleh semua mahasiswa dari semua jurusan Mulai dari jurusan ilmu komunikasi, ilmu administrasi negara, ilmu kesejahteraan sosial, Hingga ilmu politik. Seminar ini sangat meriah dan juga disana kita sebagai anak ilmu komunikasi melihat langsung bagaimana cara kerja siaran radio secara langsung dari tempat berbeda tidak melalui studio radionya.

Pemilu april 2019 merupakan pemilihan serentak.ini pengalam baru bagi kita dan masyarakat indonesia untuk melaksanakan pemilu serentak. Peningkatan kualitas pemilu harus di pahami dengan pendekatan kompreensif dan pendekatan sistem. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, baik penyelenggaraan, masyarakat, pers, maupun pihak lain.Dalam siminar ini di bahas pentingnya suara milenial dalam pemilihan pada april nanti karena generasi muda adalah generasi penentu masa depan dari maju atau tidaknya suatu bangsa itu semua di tentukan dari generasi milenial sementara generasi sebemnya menjadi jembatan atau sarana bagi para anak generasi milenial dan harus terus di bantu serta di bimbing untuk menuju indonesia yang sejahtera.

Ada kurang lebih 14 Cara pencoblosan surat suara yang dianggap sah oleh KPU untuk surat suara DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten:

1.Surat suara dicoblos di kolom nomor urut, tanda gambar, dan nama partai politik (parpol), maka suara dihitung untuk parpol;

2. Surat suara dicoblos di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon;

3. Surat suara dicoblos di kolom parpol dan di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 

4. Surat suara dicoblos di kolom parpol dan ada tanda coblos lain di lebih dari satu calon dari partai yang sama, maka suara dihitung untuk parpol;

 5. Surat suara dicoblos lebih dari satu buah di kolom parpol tanpa satu pun coblosan di nomor urut atau nama calon, maka suara dihitung untuk parpol; 

6. Surat suara dicoblos di surat suara di kotak berwarna abu-abu yang terletak di bawah nama calon terakhir, maka suara dihitung untuk parpol; 

7. Surat suara dicoblos tepat di garis kolom parpol tanpa mencoblos salah satu calon, maka suara dihitung untuk parpol; 

8. Surat suara dicoblos tepat di garis satu kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 

9. Surat suara dicoblos tepat di garis yang memisahkan antara nomor urut dan nama dua calon di dalam satu partai, maka suara dihitung untuk parpol; 

10. Surat suara dicoblos di satu kolom kosong karena calon meninggal atau dicoret karena tidak lagi memenuhi syarat, maka suara dihitung untuk parpol.

 11. Surat suara dicoblos di satu kolom kosong karena calon meninggal atau dicoret, tetapi ada tanda coblos juga di nomor urut dan nama calon yang memenuhi syarat yang keduanya ada di satu partai, maka suara dihitung untuk calon yang memenuhi syarat;

 12. Surat suara dicoblos lebih dari satu kali di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 

13. Surat suara dicoblos di satu kolom calon dan di kolom abu-abu, maka suara dihitung untuk calon; 

14. Surat suara dicoblos di kolom parpol yang tidak mempunyai daftar calon karena diberi sanksi, maka suara dihitung untuk parpol;


Riview Buku Public Relation



 

Riview Buku Public Relation


Buku Public Relation yang akan saya riview ialah Buku yamg ditulis Oleh Dr. Syarifuddin S. Gassing, B.E., M. Si. dan Suryanto, S.Sos., M.Si. Buku ini membahas tentang dasar dasar dari Public Relation seperti apa itu Public Relation Konsep dari Public Relation , Tentang sejarah Public Relation Pelopor dan Tokoh Public Relation seperti Ivy Ledbetter Lee , Pasangan  Edward L. Bernays dan Doris E. Fleischman , George Creel , Arthur W. Page , Rex F. Harlow , Jhon Wiley Hill , Carl Byoir yang memiliki pandangan serta ide dan juga gagasan gasan dari mereka pada eranya masing masing.

Dibuku ini juga di jelaskan cara memahami Konflik dan kerisi dalam Public Relation Membahas tentang Media Massa Effek dari media massa , Kendala dalam media massa serta Membuat Hubungan yang harmonis dengan Media Massa, Mebuat Reputasi dan mebangun citra Perusahaan.

Pembahasan Tentang Alat alat yang di gunakan dalam Public Relation, Faktor yang mendorong Perkembangan Public Relatipn seperti Faktor
1.      Perumbuhan Populasi
2.      Kesenjangan Komunikasi
3.      Kesadaran Pentingnya tanggung jawab sosial
4.      Faktor Pendidikan
5.      Perkembangan Media Komunikasi
6.      Pengaruh Negara Maju

Pemahaman tentang Program Kerja Public Relation, Strategi Pelaksanaan serta Pengelolaan Public Relation dan Juga di Buku ini dijelskan Mengenai pemahaman tentang Manajemen Public Relation

Ini Cerita Pribadi dalam pembuatan Call for Paper oleh Diky Timur

  Ini Cerita Pribadi dalam pembuatan Call for Paper oleh Diky Timur   Antusiasme dalam pembuatan Call For Paper, dalam pembuatan call fo...