Sabtu, 23 Maret 2019

Biografi Tokoh Favorite





Ivy_Lee


Ivy Ledbetter Lee 


Saya memilih nya sebagai totkoh favorite saya, Menurut saya dia ialah orang yang bpaling berperan penting dalam membuat  News Release pertama, dimana ia meyakinkan pihak perusahaan agar dapat memberikan informasi secara terbuka pada jurnalis, sebelum mereka mendengarkan hal-hal lain dari sumber yang tidak jelas. ia juga mengundang jurnalis dan forografer ke lokasi kejadian serta memberikan mereka akses secepat mungkin menuju lokasi kejadian, upayanya menyentuh hati media cetak dan meningkatkan simpati masyarakat. sedikit saya membaca tentang pengalaman beliau  berani menentang  pandangan di Wall Street yang “mengabaikan publik.” Deklarasi Lee ini menjelaskan bahwa publik tidak boleh diabaikan atau ditipu seperti pada masa lalu dengan menggunakan cara-cara yang dipakai agen pers. Lee mengirimkan deklarasi ini kepada semua editor dikota

Sedikit cerita mengenai Biografi  Ivy Ledbetter Lee 
Ivy lee lahir pada tanggal 16 Juli 1877 di Cedartown,  Amerika serikat. Ivy merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Sang adik bernama laura.  Sang ayah adalah seorang pendeta bernama James Widerman Lee.


Ivy Lee merupakan lulusan dari Princetown University dan merupakan seorang jurnalis dan wartawan  di new york times, sebuah koran harian yang diterbitkan di New York oleh Arthur Ochs Sulzberger Jr. dan didistribusikan secara internasional, the New York American dan the New York World. Bekerja selama lima tahun, pada tahun 1903 ivy memutuskan berhenti. Setelah berhenti, ivy memutuskan bekerja untuk kampanye kandidat walikota New York bernama Seth Low. Pekerjaan itu menuntunnya bekerja sama dengan George F. Parker di bidang biro pers bagi Komite Nasional Demokrat selama kampanye Presiden 1904.

Setelah menangani kampanye untuk Partai Demokrat, Ivy Lee bersama dengan rekanya George Parker membuat firma public relation ketiga di Amerika, Parker & Lee tahun 1905. firma ini hanya bertahan kurang dari empat tahun, namun ia berhasil menjadi pelopor dan orang paling berpengaruh dalam dunia public relation pada masa itu.

Di tahun 1906, industry batu bara di Amerika Serikat mengalami kesulitan disebabkan pemogokan kaum buruhnya. Timbulnya pemogokan  para pekerja yang mengancam  kelumpuhan industry batubara menyebabkan munculnya gagasan atau ide pada benak Ivy Lee untuk menenganahi dengan bagi keuntungan antara kedua belah pihak yakni para industriawan dan para pekerja.
Lee mengajukan gagasan kepada pimpinan industry batu bara dengan persyaratan sebagai berikut
  1. Ia diberi kedudukan dalam manajemen puncak (top management),
  2. Ia diberi wewenang penuh untuk menyebarkan semua informasi factual yang patut diketahui rakyat.
Persyaratan yang diajukannya pada waktu  itu cenderung recvolusioner karena pada saat itu orang yang bergerak dalam bidang komunikasi informasti tidak berada pada struktur pimpinan puncak (top management).


Pemikiran Ivy Lee dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang PR dinamakannya declarations of principle (deklarasi asas-asas) yang dikatakan oleh Eric Golfman bahwa deklarasi ini “menandai kemunculan kehumasan tahap kedua. Publik tidak lagi diabaikan pada cara bisnis tradisional, tidak pula dibodohi pada cara agen pers yang tetap berlangsung hingga sekarang.”

Deklarasi Lee lalu dikirimkan melalui pos ke seluruh editor kota, yang bunyinya sebagai berikut:
”Ini bukan biro pers rahasia. Seluruh pekerjaan kami dilakukan dalam suasana keterbukaan. Tujuan kami memasok berita. Ini bukan agen periklanan; jika anda pikir jenis tulisan ini harus secara tepat masuk ke kantor anda, jangan gunakan tulisan itu. Tulisan kami akurat. Rincian lebih lanjut atas pokok bahasan apa saja yang dibahas akan disediakan dengan segera, dan editor siapa saja akan dibantu dengan sangat gembira, guna memverifikasi secara langsung pernyataan fakta apa saja … Ringkas kata, secara sopan dan terbuka, atas nama permasalahan dunia bisnis dan lembaga publik, rencana kami adalah memasok ke pers dan publik Amerika Serikat informasi yang cepat dan akurat mengenai pokok masalah yang dianggap bernilai dan menarik perhatian publik untuk mengetahuinya.”

Lee mendorong pertumbuhan departemen publisitas dan melatih penasihat publisitas di banyak lembaga. Selama 31 tahun dia berkecimpung di bidang kehumasan. Lee mengubah lingkup atas bidang yang dikerjakannnya dari “keagenan murni” ke menjadi “pemikir yang dipercaya untuk diajak bekerja sama oleh dunia bisnis.”

Meskipun sukses, Ivy Lee tidak pernah lepas dari kritik dan kecaman. Saat meninggal di tahun 1987, dia diberhentikan dari pekerjaan sebagai perwakilan the German Dye Trust, yang dikendalikan oleh I. G. Farben. Lee menjadi penasihat kartel itu setelah Adolf Hitler berkuasa di Jerman dan Nazi mengambil alih kendali. Lee dibayar fee tahunan $25.000 dan ganti atas pengeluaran (jumlah yang besar pada saat itu) oleh perusahaan Farben. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Cerita Pribadi dalam pembuatan Call for Paper oleh Diky Timur

  Ini Cerita Pribadi dalam pembuatan Call for Paper oleh Diky Timur   Antusiasme dalam pembuatan Call For Paper, dalam pembuatan call fo...