OPINI PUBLIC
Opini
publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau Sintesis dari pendapat
dan diperoleh dari suatu diskusi Sosial dari pihak-pihak yang memiliki
kaitan kepentingan yang sama dan melaukan tindaklan secara langsung atau
berkelompok.
Dalam kegiatan Humas
* Pengertian public
Public adalah kelompok atau orang-orang yang
berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara internal maupun
eksternal. (jefkins,2003:80)`
* Pengertian Public
Public adalah sejumlah orang yang dengan suatu cara
mempunyai pandangan yang sama mengenai suatu masalah, setidak bta mempunyai
kepentingan yang sama tentang suatu hal. sejumlah orang tersebut yang satu
dengan yang lainnya tidak saling mengenal, tetapi sebenarnya mempunyai
perhatian dan minat yang sama terhadap suatu masalah (Ardianto, 2004:124)
* Kategori Public
Dalam PR, publik dapat diklasifikasi kedalam beberapa
kategori
- Public internal dan eksternal
- Public primer, Public sekunder, public marjinal
- public tradisional dan public potensial
- public pendukung, penentang, dan tidak peduli
Peran Media Massa Sebagai
Pembentuk Opini
Konon media pers saat ini pun telah bermetamorfosis menjadi satu
kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam sebuah negara
yang menganut Sistem Demokrasi. Kekuasaan dalam membentuk dan mempengaruhi
opini publik membuat pers kini berdampingan dengan kekuasaan lain yaitu
Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.
Ciri-Ciri Opini Publik
- Ada isi, arah, dan intensitas tentang opini publik, ciri ini berkaitan opini publik terhadap tokoh politik partai dan pemimpin-pemimpin yang menduduki jabatan publik
- Kontroversi menandai opini publik; artinya sesuatu yang tidak disetujui semua rakyat
- Opini publik memiliki volume berdasarkan kenyataaan bahwa kontroversi ini menyentuh semua orang yang merasakan konsekuensi langsung dan tidak langsung.
- kita tidak dapat mengatakan seberapa lama opini publik itu, tetapi opini publik yang menghasilkan kontroversi sering bertahan lebih lama, seperti dalam kampanye pemilihan umum dan lain sebagainya.
Karakteristik Opini Publik
Opini
publik menjadi wakil kesepakatan yang diawali dengan sikap orang-orang tentang
isu yang masih menjadi tanda tanya. Menurut Seitel dalam Soemirat dan Ardianto
(2004) menerangkan bahwa sikap didasarkan pada jumlah karakteristik, antara
lain:
- Individu secara fisik emosional suatu individu termasuk kondisi, usia dan status sosial
- Culture, lingkungan dan gaya hidup dalam area geografis tertentu, mislanya orang jepang berbeda dengan orang Amerika atau orang desa di Amerika
- Pendidikan tingkat dan kualitas pendidikan seseorang
- Family “people’s roof” atau semacam akar rumput seseorang
- Religi suatu sistem kepercayaan terhadap tugan dan supranatural
- Tingkat sosial posisi didalam masyarakat, perubahan status sosial yang dimiliki individu
- Ras, asal etnik atau suku
Tahap Pembentukan Opini Publik
Opini publik tidak ada
dengan begitu saja, menurut Ferdinan Tonnies, proses atau tahapan pembentukan
opini atau proses pembentukan opini publik adalah sebagai berikut:
- Die Liftarigen Position
Opini publik masih didalam keadan yang tidak
teratur
- Die Fleissigen Position
Opini telah mulai menuju ke arah pembicaraan
yang lebih detail, pendapat mulai berkumpul ke arah tertentu dan jelas
- Die Festigen Position
Opini berada di tahap pembicaraan atau diskusi
yang sudah mantap tentang suatu pendapat dan sikap yang diyakini keberadaannya.
Tiga wajah opini publik :
1.Wajah Opini Massa
Pengungkapan yang sebagian besar tidak terorganisasi yang disebut
sebagai public, komunitas, opini latar belakang, consensus, atau suasana
public.
2.Wajah Opini Kelompok
Setiap kelompok merupakan public tersendiri yang dipengaruhi oleh
kosekuensi pertikaian tertentu dengan berbagai cara.
3.Wajah Opini Rakyat
Yaitu jumlah opini perseorangan seperti yang diukur oleh polling
dan survei politik, kecenderungan ukuran yang lain , pilihan membeli pada konsumen
pemberian suara pada pemilihan umum, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar